DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pala Aceh memiliki sejarah panjang dan dikenal sejak masa penjajahan sebagai jalur rempah dunia dengan kandungan minyak atsiri sebagai kualitas yang paling bagus
DIALEKSIS.COM | Sabang - Setelah 70 tahun berlalu, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci kembali merapat ke Pelabuhan Sabang, Aceh, mengulang sejarah yang pernah terukir pada tahun 1954. Kapal layar kebanggaan Indonesia ini berlabuh di Pelabuhan CT-1 Kota Sabang pada Minggu (23/6/2024) dalam rangka Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR).
DIALEKSIS.COM | Sabang - Dalam rangka Pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) yang sebelumnya dilepas pada tanggal 7 Juni 2024 di Kolinlamil, Jakarta Utara, KRI Dewaruci tiba di Pelabuhan BPKS CT I, Kuta Bawah, Sukakarya, Kota Sabang, Minggu (23/6/2024).
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dua mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) terpilih sebagai delegasi Aceh pada program Muhibah Budaya Jalur Rempah (MJBR) 2024.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh sangat mendukung usulan Pemerintah RI kepada Badan PBB UNESCO, untuk menjadikan Jalur Rempah Nusantara sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia. Pemilihan slogan atau tagline ‘Rempahkan Bumi Pulihkan Dunia,’ pada gelaran Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8, adalah salah satu bentuk dukungan tersebut.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 akan segera dilaksanakan pada 4-12 November 2023 yang dipusatkan di taman Sulthanah Safiatuddin.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) telah menyiapkan berbagai persiapan sebelum perhelatan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 resmi dibuka pada 4 November 2023 mendatang.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Pemerintah Aceh bekerja sama Direktorat Pelestarian dan Pemanfaatan Kebudayaan, Dirjen Kebudayaan Kemendikibud, UIN Ar-Raniry, Uversitas Syiah Kuala, dan Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh akan menggelar seminar internasional terkait jalur rempah dengan mengusung tema “Spice : Historical Background and Future Economic Opportunities”.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Pemerintah Aceh bekerja sama Direktorat Pelestarian dan Pemanfaatan Kebudayaan, Dirjen Kebudayaan Kemendikibud, UIN Ar-Raniry, Universitas Syiah Kuala, dan Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh akan menggelar seminar internasional terkait jalur rempah.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pada masanya Jalur Rempah juga pernah dinikmati dan dikuasai oleh Aceh beberapa abad silam, mulai dari perdagangan, produksi, bahan, hingga sejarah perjuangan rempah dari berbagai Benua seperti Eropa (Spanyol, Inggris, Belanda) Timur Tengah, Afrika, Jazirah Arab (Arab Saudi, Yaman, Mesir, Turki), hingga ke Negara Benua Asia (India, Thailand Selatan, Filipina Selatan). Bahkan, Aceh menjadi pintu masuk ke Nusantara melalui jalur laut Selat Malaka sebagai awal mula perdagangan dan interaksi terjadi.